Kebangkitan Sang Legenda: Mitsubishi Eclipse Menjelma Menjadi SUV Listrik Modern Berbasis Nissan Leaf

Dewi Amalia | Menit Ini
11 Jun 2026, 12:55 WIB
Kebangkitan Sang Legenda: Mitsubishi Eclipse Menjelma Menjadi SUV Listrik Modern Berbasis Nissan Leaf

MenitIni — Dunia otomotif global kembali dikejutkan dengan kabar terbaru dari pabrikan berlogo tiga berlian, Mitsubishi. Nama besar “Eclipse” yang sempat melegenda di era 1990-an sebagai ikon mobil sport kompak yang digemari para pecinta kecepatan, kini siap lahir kembali. Namun, berbeda dengan pendahulunya yang rendah dan aerodinamis, transformasi kali ini membawa Eclipse ke ranah yang sepenuhnya baru: sebuah SUV bertenaga listrik murni (EV).

Langkah berani ini menandai pergeseran strategi Mitsubishi dalam menghadapi ketatnya persaingan di pasar mobil listrik dunia, khususnya di wilayah Eropa yang memiliki regulasi emisi sangat ketat. Kabar ini pertama kali mencuat melalui laporan Carscoops, yang menyebutkan bahwa Mitsubishi tengah merancang kebangkitan Eclipse sebagai bagian dari lini masa depan mereka yang ramah lingkungan.

Baca Juga

Langkah Kecil Menuju Perubahan Besar: Misi Kemanusiaan BYD Motor Indonesia Lewat Program ‘Small Steps for Tomorrow’

Langkah Kecil Menuju Perubahan Besar: Misi Kemanusiaan BYD Motor Indonesia Lewat Program ‘Small Steps for Tomorrow’

Sinergi Global dalam Balutan Aliansi

Proyek ambisius ini tidak dikerjakan sendirian oleh Mitsubishi. Sebagaimana diketahui, kekuatan Mitsubishi saat ini terletak pada kolaborasi erat dalam aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi. Eclipse terbaru ini dikabarkan akan memanfaatkan platform berbagi yang sudah matang, yakni basis yang digunakan oleh generasi terbaru Nissan Leaf.

Strategi berbagi platform ini bukanlah hal baru dalam industri otomotif modern. Dengan menggunakan basis yang sama, perusahaan dapat menekan biaya riset dan pengembangan (R&D) secara signifikan, sembari tetap memberikan sentuhan khas masing-masing merek pada sisi desain dan pengalaman berkendara. Model yang kemungkinan besar akan menyandang nama “Eclipse Sportback EV” ini diharapkan menjadi ujung tombak Mitsubishi di segmen crossover listrik.

Baca Juga

Rahasia AC Mobil Tetap Sejuk Saat Cuaca Terik: Mengapa Kondensor Menjadi Kunci yang Sering Terlupakan?

Rahasia AC Mobil Tetap Sejuk Saat Cuaca Terik: Mengapa Kondensor Menjadi Kunci yang Sering Terlupakan?

Estetika Desain: Identitas Baru yang Lebih Tegas

Meskipun berbagi “tulang punggung” dengan Nissan Leaf, tim desainer Mitsubishi bekerja keras untuk memastikan bahwa Eclipse Sportback EV tetap memiliki jati diri yang kuat. Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim redaksi, bagian wajah kendaraan akan mengadopsi bahasa desain terbaru Mitsubishi yang lebih berkarakter. Lampu utama akan hadir dengan grafis pencahayaan modern yang terhubung oleh panel dekoratif elegan, menciptakan kesan lebar dan futuristik.

Desain bumper depan juga dirancang lebih agresif dengan saluran udara yang terlihat lebih dominan, memberikan kesan bahwa ini adalah sebuah SUV listrik yang tangguh. Aksen hitam yang mengelilingi sensor parkir menambah detail estetika sekaligus fungsionalitas. Bergeser ke bagian samping, Mitsubishi menyematkan pelek dengan desain geometris yang unik, yang tidak hanya meningkatkan penampilan tetapi juga dioptimalkan untuk efisiensi aerodinamis. Emblem “EV” yang tersemat di bawah spion menjadi penanda jelas bahwa kendaraan ini bebas emisi.

Baca Juga

Chery Q dan Evolusi Kabin Pintar: Mengintip Teknologi yang Menjadi Standar Baru Mobil Urban Masa Kini

Chery Q dan Evolusi Kabin Pintar: Mengintip Teknologi yang Menjadi Standar Baru Mobil Urban Masa Kini

Revolusi di Bagian Belakang

Perubahan paling mencolok dibandingkan saudara satu platformnya terletak pada sektor buritan. Mitsubishi memberikan rombakan total pada bagian lampu belakang. Alih-alih mengikuti pola Nissan, Eclipse Sportback EV akan menggunakan lampu LED dengan pola menyerupai anak panah yang tajam dan dinamis. Elemen pencahayaan ini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi visual, tetapi juga memberikan kesan modernitas yang kental.

Selain itu, tulisan ‘Mitsubishi’ yang membentang lebar di pintu bagasi memberikan penegasan merek yang kuat. Desain ini seolah ingin mengatakan bahwa meskipun mereka berbagi teknologi, jiwa dari mobil ini tetaplah Mitsubishi yang kita kenal dengan ketangguhan dan inovasinya.

Menakar Performa dan Teknologi Baterai

Hingga saat ini, pihak Mitsubishi memang masih menutup rapat detail spesifikasi teknis terkait motor listrik, kapasitas baterai, maupun jarak tempuh maksimal. Namun, para pengamat otomotif mulai melakukan kalkulasi berdasarkan spesifikasi Nissan Leaf terbaru yang menjadi basisnya.

Baca Juga

Dominasi Jaecoo J5 EV di Pasar Indonesia: Mengupas Tuntas Performa dan Strategi SUV Listrik Terlaris 2026

Dominasi Jaecoo J5 EV di Pasar Indonesia: Mengupas Tuntas Performa dan Strategi SUV Listrik Terlaris 2026

Diprediksi, Eclipse Sportback EV akan menawarkan beberapa opsi kapasitas baterai yang mampu menempuh jarak ratusan kilometer dalam sekali pengisian daya. Jika melihat tren pasar saat ini, dukungan pengisian daya cepat (fast charging) tentu akan menjadi fitur wajib. Kemampuan akselerasi yang instan khas mobil listrik juga diharapkan mampu menghidupkan kembali sedikit memori tentang performa Eclipse di masa lalu, meskipun dalam format bodi yang lebih besar.

Prediksi Harga dan Posisi Pasar

Pasar Eropa akan menjadi medan pertempuran pertama bagi SUV listrik ini. Terkait harga, meski belum ada rilis resmi dari pabrikan, kita bisa merujuk pada harga Nissan Leaf di pasar Amerika Serikat yang dipasarkan mulai dari kisaran US$ 31.535 atau setara dengan Rp 567 jutaan. Dengan posisi merek dan penambahan fitur khas Mitsubishi, harga Eclipse Sportback EV kemungkinan besar akan bersaing ketat di angka tersebut atau sedikit di atasnya.

Baca Juga

LEPAS E4 Siap Guncang Pasar Mobil Listrik Indonesia: Strategi Produksi Lokal dan Ambisi Besar di GIIAS 2026

LEPAS E4 Siap Guncang Pasar Mobil Listrik Indonesia: Strategi Produksi Lokal dan Ambisi Besar di GIIAS 2026

Kehadiran Eclipse dalam bentuk SUV listrik ini sekaligus menjawab tantangan zaman di mana konsumen kini lebih cenderung memilih kendaraan dengan posisi duduk tinggi (high-riding) dan kepraktisan ruang yang luas, namun tetap menginginkan teknologi masa depan. Mitsubishi tampaknya sangat jeli melihat peluang ini dengan menghidupkan kembali nama yang sudah punya tempat di hati konsumen, namun dengan resep yang sepenuhnya baru.

Harapan untuk Pasar Indonesia

Meskipun fokus awal pemasaran adalah wilayah Eropa, para pecinta otomotif di tanah air tentu berharap bahwa model ini juga akan diboyong ke Indonesia. Mengingat komitmen pemerintah dalam mendorong ekosistem kendaraan listrik, kehadiran Mitsubishi Eclipse Sportback EV bisa menjadi alternatif menarik selain model Outlander PHEV yang sudah lebih dulu mengaspal.

Secara keseluruhan, transformasi Mitsubishi Eclipse menjadi SUV listrik adalah sebuah evolusi yang tak terelakkan. Di tengah gelombang elektrifikasi yang melanda dunia, nama-nama legendaris memang perlu beradaptasi agar tetap relevan. Bagi Mitsubishi, ini bukan sekadar soal mengganti mesin, melainkan soal mendefinisikan ulang masa depan mereka di jalanan dunia.

Dewi Amalia

Dewi Amalia

Penulis spesialis gaya hidup dan kesehatan. Dewi memiliki minat besar pada isu mental health dan tren diet berkelanjutan.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *