Misi Hijau Sang Aquaman: Jason Momoa Ubah Koleksi Harley-Davidson Klasik Menjadi Monster Hybrid dan Elektrik
MenitIni — Jason Momoa, aktor Hollywood yang namanya melambung berkat peran ikoniknya sebagai Aquaman, kembali membuktikan bahwa kecintaannya terhadap dunia otomotif melampaui sekadar koleksi barang mewah. Kali ini, pria bertubuh kekar tersebut melakukan langkah revolusioner dengan memodifikasi koleksi Harley-Davidson klasik miliknya menjadi kendaraan ramah lingkungan melalui teknologi plug-in hybrid (PHEV) dan listrik murni. Proyek ini bukan sekadar hobi, melainkan sebuah pernyataan gaya hidup yang menggabungkan estetika masa lalu dengan teknologi masa depan.
Kolaborasi Strategis dengan Electrogenic
Dalam mewujudkan visi ambisiusnya, Momoa tidak bekerja sendirian. Ia menggandeng Electrogenic, sebuah perusahaan spesialis konversi kendaraan listrik kenamaan asal Inggris yang berbasis di Kidlington, Oxford. Electrogenic dikenal karena kepiawaian mereka dalam menjaga integritas desain asli kendaraan klasik sembari menyuntikkan unit penggerak elektrik yang mutakhir ke dalamnya. Proyek ini menjadi salah satu sorotan utama dalam musim kedua serial dokumenter On The Roam yang ditayangkan di platform HBO Max.
Lexus TZ: Mengintip Kehadiran SUV Listrik Tiga Baris yang Siap Menjadi Standar Baru Kemewahan
Bagi Momoa, proyek ini adalah cara untuk melestarikan sejarah. Ia memiliki keterikatan emosional dengan kendaraan-kendaraan tua yang memiliki karakter kuat. Namun, ia juga menyadari tantangan lingkungan saat ini. Dengan mengubah mesin-mesin tua yang berisik dan berpolusi menjadi lebih bersih, ia seolah memberikan napas baru bagi besi-besi tua tersebut agar tetap relevan di jalanan modern.
Sentuhan Hybrid pada Harley-Davidson JD 1924 dan 1927
Fokus utama dari proyek ini adalah tiga unit motor gede (moge) legendaris milik Momoa. Dua di antaranya adalah model Harley-Davidson JD keluaran tahun 1924 dan 1927. Menariknya, untuk kedua motor ini, Electrogenic tidak sepenuhnya menghilangkan mesin bensin aslinya. Mereka menerapkan sistem plug-in hybrid yang memungkinkan Momoa untuk beralih antara tenaga listrik dan tenaga pembakaran internal.
Drama Kejurnas Rally 2026: Teka-teki Citroen C3 R5 Rudy SL yang Bungkam di Tengah Persaingan Sengit RC2
Secara teknis, sistem hybrid ini memberikan fleksibilitas yang luar biasa. Saat menggunakan mode elektrik, motor ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 15 tk (tenaga kuda). Namun, jika Momoa merindukan sensasi getaran dan suara khas mesin bensin aslinya, ia tetap bisa memacu mesin bawaannya yang menghasilkan tenaga sekitar 20 tk. Ini adalah sebuah mahakarya teknik yang memungkinkan harmoni antara teknologi masa kini dan warisan sejarah otomotif.
Harley-Davidson FD 1921: Dari Kematian Mesin Menuju Kebangkitan Listrik
Berbeda dengan dua model JD yang menggunakan sistem hybrid, Harley-Davidson Model FD tahun 1921 milik Momoa mendapatkan perlakuan yang lebih radikal. Karena kondisi mesin aslinya yang sudah rusak parah dan tidak mungkin untuk diperbaiki kembali, tim memutuskan untuk melakukan konversi total menjadi motor listrik murni. Langkah ini diambil sebagai satu-satunya cara untuk membuat motor bersejarah tersebut bisa kembali meluncur di aspal.
Gebrakan Global LEPAS: Meredefinisi Masa Depan Mobilitas Lewat Teknologi NEV dan Filosofi Elegansi
Salah satu tantangan terbesar dalam modifikasi ini adalah bagaimana menyembunyikan komponen modern agar tidak merusak siluet klasik motor. Electrogenic dengan cerdik menyematkan paket baterai berkapasitas 2,7 kWh di dalam tas samping (saddlebags) berbahan kulit yang bergaya klasik. Dengan penyimpanan energi tersebut, Harley-Davidson ini mampu menempuh jarak hingga 80 km dalam sekali pengisian daya. Sebuah angka yang cukup untuk sekadar berkendara santai menikmati pemandangan pantai California yang sering dikunjungi sang aktor.
Transformasi Land Rover Klasik yang Tak Kalah Gahar
Selain roda dua, Jason Momoa juga membawa dua unit mobil kesayangannya untuk ikut ‘disetrum’. Kendaraan tersebut adalah Land Rover Series I tahun 1949 dan Land Rover Series IIA 109 Dormobile Camper tahun 1961. Kedua mobil penjelajah ini kini telah sepenuhnya bertransformasi menjadi mobil listrik murni tanpa kehilangan jati diri mereka sebagai kendaraan off-road.
BYD M6 DM Resmi Mengaspal di Indonesia: Revolusi Teknologi PHEV dengan Jarak Tempuh Fantastis
Electrogenic memastikan bahwa sistem penggerak empat roda (4WD) yang legendaris pada Land Rover tetap berfungsi dengan sempurna. Perbedaannya terletak pada performa yang kini jauh lebih instan, senyap, dan bertenaga. Land Rover Series I kini dibekali baterai 48 kWh dengan motor elektrik yang mampu menyemburkan tenaga hingga 201 tk (150 kW). Angka ini jauh melampaui tenaga mesin bensin aslinya yang tergolong lemah untuk standar modern.
Sementara itu, model Dormobile Camper yang lebih besar menggunakan paket baterai 62 kWh dengan motor bertenaga 161 tk. Kedua kendaraan ini menawarkan jarak tempuh sekitar 240 km dalam kondisi penggunaan nyata. Yang lebih mengesankan, Electrogenic telah melengkapi kedua Land Rover ini dengan fitur pengisian daya cepat CCS (Combined Charging System), yang memungkinkan pengisian baterai dilakukan dalam waktu singkat di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) modern.
Kisah Sukses Garasi250: Menaklukkan Pasar Yamaha XMax Bekas dari Sudut Garasi Ciledug
Filosofi di Balik Proyek ‘On The Roam’
Serial On The Roam sendiri adalah perjalanan pribadi Jason Momoa dalam mencari para pengrajin, pembuat, dan seniman yang mendedikasikan hidup mereka untuk kerajinan tangan. Melalui proyek modifikasi kendaraan ini, Momoa ingin menunjukkan bahwa modernisasi tidak harus berarti menghancurkan nilai-nilai klasik. Ia percaya bahwa teknologi listrik adalah alat yang dapat digunakan untuk memperpanjang usia benda-benda yang kita cintai.
“Saya sangat mencintai karakter dari mesin-mesin tua ini. Suaranya, baunya, dan cara mereka bergerak. Namun, kita juga harus bertanggung jawab terhadap masa depan bumi. Dengan konversi ini, saya bisa tetap mengendarai motor kesayangan saya tanpa harus merasa bersalah karena polusi yang dihasilkan,” ungkap Momoa dalam salah satu cuplikan dokumenternya.
Masa Depan Restomod Klasik
Langkah yang diambil Jason Momoa mencerminkan tren global yang mulai menjamur di kalangan kolektor mobil klasik, yang dikenal dengan istilah ‘EV Restomod’. Di mana keindahan desain masa lalu dipadukan dengan kemudahan perawatan dan efisiensi teknologi motor listrik. Bagi banyak orang, ini adalah solusi tengah yang memungkinkan mobil-mobil bersejarah tetap legal digunakan di tengah regulasi emisi yang semakin ketat di berbagai kota besar dunia.
Secara keseluruhan, ada lima kendaraan klasik milik Momoa yang telah dikonversi dalam proyek ini, terdiri dari tiga unit Harley-Davidson dan dua unit Land Rover. Proyek ini tidak hanya meningkatkan nilai fungsional dari kendaraan tersebut, tetapi juga menetapkan standar baru dalam dunia modifikasi kendaraan kelas atas. Jason Momoa telah membuktikan bahwa menjadi pahlawan lingkungan tidak harus membosankan; Anda bisa melakukannya dengan gaya, tenaga, dan deru (atau kesenyapan) mesin yang legendaris.