Absennya Sang Ratu Karpet Merah: Mengapa Zendaya Melewatkan Met Gala 2026 dan Apa Rencana Law Roach?

Rendi Saputra | Menit Ini
05 Mei 2026, 06:52 WIB
Absennya Sang Ratu Karpet Merah: Mengapa Zendaya Melewatkan Met Gala 2026 dan Apa Rencana Law Roach?

MenitIni — Panggung megah tangga Metropolitan Museum of Art (MoMA) di New York tahun ini akan terasa sangat berbeda. Kehadiran sosok yang selalu dinanti, sang ikon mode modern Zendaya, dipastikan absen dalam perhelatan Met Gala 2026. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat aktris berusia 29 tahun itu telah menjadi napas utama dari setiap tema busana yang diusung dalam beberapa tahun terakhir.

Kabar mengenai absennya sang bintang pertama kali mencuat melalui laporan eksklusif Elle, yang dikonfirmasi langsung oleh Law Roach, penata gaya pribadi sekaligus sahabat karib Zendaya. Roach mengungkapkan bahwa perhelatan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 4 Mei 2026 tersebut, akan menjadi babak baru bagi dirinya sendiri tanpa bayang-bayang klien besarnya tersebut.

Baca Juga

Kreasi Pempek Ikan Teri Super Gurih: Resep Rahasia Tekstur Kenyal yang Cocok Jadi Ide Bisnis Kuliner

Kreasi Pempek Ikan Teri Super Gurih: Resep Rahasia Tekstur Kenyal yang Cocok Jadi Ide Bisnis Kuliner

Debut Solo Law Roach: Sang ‘Arsitek Citra’ Melangkah Sendiri

Bagi Law Roach, absennya Zendaya bukanlah sebuah akhir, melainkan sebuah pernyataan diri. Selama bertahun-tahun, Roach dikenal sebagai otak di balik penampilan-penampilan legendaris Zendaya yang selalu viral. Namun, di Met Gala 2026, sorotan kamera akan sepenuhnya tertuju pada sang penata gaya itu sendiri.

“Ini adalah salah satu momen pertama dalam karier saya di mana menghadiri Met Gala adalah tentang diri saya sendiri,” ujar Roach dengan nada bangga. Ia tidak ingin sekadar hadir sebagai pendamping selebritas, melainkan sebagai seorang seniman mode yang memiliki identitas mandiri. Roach yang menjuluki dirinya sebagai satu-satunya ‘Arsitek Citra’ di dunia, ingin membuktikan bahwa visinya tetap tajam meski tanpa muse utamanya.

Baca Juga

Kreasi Semur Ayam Magic Com: Solusi Praktis Menghadirkan Kelezatan Tradisional di Tengah Kesibukan

Kreasi Semur Ayam Magic Com: Solusi Praktis Menghadirkan Kelezatan Tradisional di Tengah Kesibukan

Untuk penampilan solonya, Roach menggandeng desainer Alexandre Mattiussi dari rumah mode asal Prancis, Ami. Ia telah menyiapkan setelan tiga potong berwarna putih bersih yang dirancang khusus untuk merefleksikan elegansi dan otoritasnya di industri mode. Roach mengaku sangat mengagumi karya Mattiussi, yang sebelumnya telah ia percayakan untuk klien-klien papan atas lainnya seperti Ryan Destiny dan Jeremy Pope di ajang Oscar.

Sentuhan artistik dalam busana Roach tidak berhenti di situ. Ia berkolaborasi dengan seniman asal Gabon, Naïla Opiangah, untuk menyematkan karya seni pada setelan putihnya. Roach, yang mengoleksi karya Opiangah di kediamannya di Atlanta, merasa kolaborasi ini sangat organik. Sebagai seorang arsitek bangunan, Opiangah dianggap memiliki frekuensi yang sama dengan Roach dalam membangun sebuah narasi visual yang kokoh.

Baca Juga

Eksplorasi Cita Rasa Beku: Menjajal Peran Barista Sehari di Balik Keajaiban Kopi Minus 86 Derajat Celcius

Eksplorasi Cita Rasa Beku: Menjajal Peran Barista Sehari di Balik Keajaiban Kopi Minus 86 Derajat Celcius

Misteri di Balik Absennya Zendaya: Kelelahan atau Strategi?

Publik tentu bertanya-tanya: apa alasan sebenarnya yang membuat Zendaya melewatkan malam terbesar di dunia fashion show ini? Meskipun tidak ada pernyataan resmi dari pihak manajemen, jejak aktivitasnya belakangan ini memberikan sedikit petunjuk. Zendaya tampaknya lebih memilih ketenangan dan dukungan emosional daripada glamoritas karpet merah.

Hanya seminggu sebelum Met Gala, ia terlihat berada di Sherman Oaks, California, memberikan dukungan penuh untuk sang kekasih, Tom Holland, dalam acara Bero Padel Classic. Tak lama setelah itu, ia mendarat di New York, namun bukan untuk fitting gaun Met Gala, melainkan untuk menyelesaikan kontrak kampanye profesional dengan merek On. Kabar terbaru dari Daily Mail bahkan menyebutkan Zendaya dan Holland terlihat di London tepat pada pagi hari tanggal 4 Mei, hari di mana Met Gala berlangsung.

Baca Juga

Rahasia Wajah Flawless Seharian: Rekomendasi Bedak Tabur Terbaik untuk Hasil Makeup Anti-Geser

Rahasia Wajah Flawless Seharian: Rekomendasi Bedak Tabur Terbaik untuk Hasil Makeup Anti-Geser

Analisis industri menyebutkan bahwa Zendaya kemungkinan besar mengalami kelelahan fisik dan mental yang luar biasa. Ia baru saja menyelesaikan maraton promosi dua film besarnya, The Drama dan Euphoria. Belum lagi tekanan promosi Dune 3 yang sedang berjalan serta persiapan syuting film Spider-Man terbaru. Di titik ini, Zendaya seolah ingin menegaskan bahwa ia membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri dan hubungannya, menjauh sejenak dari lampu kilat paparazzi.

Mengenang Jejak Ikonik Zendaya di Met Gala

Absennya Zendaya tentu menyisakan lubang besar. Mari kita ingat kembali bagaimana ia mendominasi Met Gala 2024 sebagai ketua bersama (co-chair). Dengan tema ‘Garden of Time’, ia memukau dunia dengan dua penampilan dramatis yang berbeda dalam satu malam, sebuah pencapaian yang jarang dilakukan oleh tamu lain.

Baca Juga

Terobosan Baru atau Kontroversi? Paspor Amerika Serikat Edisi Khusus Bakal Tampilkan Wajah Donald Trump

Terobosan Baru atau Kontroversi? Paspor Amerika Serikat Edisi Khusus Bakal Tampilkan Wajah Donald Trump

Pada Met Gala 2025, ia kembali mencuri perhatian dengan tema “Superfine: Tailoring Black Style”. Saat itu, ia mengenakan zoot suit tiga potong rancangan Pharrell Williams untuk Louis Vuitton. Setelan putih yang pas di badan tersebut dipadukan dengan topi bertepi lebar dan bros berkilau di kerah belakangnya. Namun, yang paling menarik perhatian bukan hanya pakaiannya, melainkan cincin pertunangan baru dari Tom Holland yang ia pamerkan melalui polesan kuku merah menyala.

Kontroversi Met Gala 2026: Bayang-bayang Jeff Bezos

Di balik kemeriahan yang dipimpin oleh ketua bersama seperti Beyoncé, Nicole Kidman, Venus Williams, dan Anna Wintour, Met Gala 2026 sebenarnya tengah dibayangi awan mendung kontroversi. Fokus publik terpecah antara gaun-gaun indah dan isu keterlibatan miliarder Jeff Bezos serta Lauren Sanchez.

Pasangan ini dikabarkan menyumbang sedikitnya USD 10 juta untuk mendapatkan kursi istimewa di samping elit Hollywood seperti Kris Jenner. Keterlibatan Bezos sebagai ketua kehormatan memicu perdebatan sengit tentang arah Met Gala yang dianggap semakin komersial dan transaksional. Mantan editor Vogue, William Norwich, menyebut keluarga Bezos sebagai perwujudan “Impian Amerika” baru dengan gaya konsumsi yang sangat mencolok, yang kini telah mendapatkan ‘AWOK’ atau restu dari Anna Wintour.

Namun, tidak semua orang setuju. Banyak orang dalam dunia mode merasa bahwa Met Gala telah kehilangan jiwanya sebagai perayaan seni. Stephanie Winston Wolkoff, mantan perencana acara khusus Vogue, mengkritik keras perubahan ini. Menurutnya, Met Gala yang dulu merayakan kreativitas desainer, kini lebih terasa seperti ajang pertukaran kepentingan finansial.

“Rasa tujuan itu terasa kurang jelas sekarang,” ujar Wolkoff. Ia mencatat bahwa fokus Wintour tampaknya telah bergeser pada angka pendapatan, di mana tahun lalu ia berhasil meraup USD 31 juta—rekor tertinggi dalam sejarah. Kontroversi ini semakin memanas dengan munculnya gelombang protes di luar gedung museum. Poster-poster bertuliskan ‘Met Gala Bezos: Dipersembahkan oleh eksploitasi pekerja’ tersebar di penjuru New York, menciptakan kontras yang tajam antara kemewahan di dalam ruangan dan realitas sosial di luar sana.

Tanpa Zendaya, Met Gala 2026 mungkin kehilangan salah satu elemen fantasinya. Namun, dengan debut solo Law Roach dan segala kontroversi yang menyertainya, malam ini tetap akan menjadi catatan sejarah penting dalam evolusi industri mode dunia. Apakah Met Gala akan tetap menjadi kiblat seni busana, ataukah ia akan sepenuhnya bertransformasi menjadi panggung transaksional para miliarder? Waktu yang akan menjawabnya.

Rendi Saputra

Rendi Saputra

Kontributor berita umum dengan keahlian investigasi. Fokus pada isu-isu viral yang membutuhkan penelusuran lebih dalam agar tetap akurat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *