Klarifikasi Petinggi PT Handal: Teka-Teki Akuisisi Pabrik oleh Chery Group Terjawab Sudah

Dewi Amalia | Menit Ini
03 Mei 2026, 08:52 WIB
Klarifikasi Petinggi PT Handal: Teka-Teki Akuisisi Pabrik oleh Chery Group Terjawab Sudah

MenitIni — Industri otomotif Tanah Air belakangan ini dihangatkan oleh desas-desus mengenai masa depan kemitraan strategis antara PT Handal Indonesia Motor (HIM) dan raksasa otomotif asal Tiongkok, Chery Group. Spekulasi yang beredar kencang menyebutkan bahwa fasilitas perakitan milik HIM akan segera berpindah tangan melalui skema akuisisi oleh Chery. Namun, kabar burung tersebut akhirnya menemui titik terang setelah pihak manajemen memberikan pernyataan resmi yang mementahkan segala spekulasi yang ada.

Wakil Presiden Komisaris PT Handal Indonesia Motor, Jongkie D. Sugiarto, secara tegas membantah isu pembelian pabrik tersebut. Dalam sebuah pertemuan eksklusif di Wuhu, China, Jongkie menjelaskan bahwa hubungan antara kedua perusahaan tetap berjalan profesional sebagai mitra produksi tanpa ada pembicaraan mengenai pengalihan kepemilikan aset. Pernyataan ini sekaligus meredam kekhawatiran para pelaku industri mengenai konsolidasi besar-besaran di sektor manufaktur kendaraan.

Baca Juga

Jetour Menggebrak Beijing Auto Show 2026: Strategi ‘Travel+’ dan Amunisi SUV Hybrid Masa Depan

Jetour Menggebrak Beijing Auto Show 2026: Strategi ‘Travel+’ dan Amunisi SUV Hybrid Masa Depan

Menepis Isu Akuisisi di Tengah Ekspansi Masif

Jongkie, yang juga dikenal luas sebagai tokoh senior dalam industri otomotif Indonesia dan menjabat sebagai Vice Chairman Market Development di Gaikindo, menekankan bahwa hingga saat ini belum ada agenda apa pun terkait akuisisi. Menurutnya, meskipun ia baru saja melakukan kunjungan ke markas besar Chery di Tiongkok, agenda utamanya bukanlah menjual pabrik, melainkan membahas sinkronisasi operasional.

“Sama sekali tidak ada pembicaraan ke arah sana (akuisisi pabrik). Kami bertemu memang untuk membicarakan banyak hal strategis, tetapi fokusnya bukan soal kepemilikan, melainkan bagaimana kami bisa memenuhi target produksi yang terus meningkat,” ujar Jongkie dengan nada diplomatis namun lugas. Ia menyadari bahwa di tengah dinamika investasi asing yang deras masuk ke Indonesia, kabar semacam ini mudah sekali mencuat ke permukaan.

Baca Juga

Si Jago Merah Melahap Fasilitas BYD di Shenzhen, Begini Kronologi Lengkap dan Dampaknya

Si Jago Merah Melahap Fasilitas BYD di Shenzhen, Begini Kronologi Lengkap dan Dampaknya

Lonjakan Produksi: Tantangan Nyata bagi PT Handal

Ketimbang meributkan isu kepemilikan, PT Handal saat ini justru sedang berkonsentrasi penuh pada kesiapan teknis. Seiring dengan performa penjualan Chery yang menunjukkan grafik impresif di pasar domestik, beban produksi yang dipikul oleh HIM pun otomatis meningkat drastis. Sebagai pihak perakit, HIM dituntut untuk selalu sigap mengikuti ritme kerja jenama asal Negeri Tirai Bambu tersebut.

“Produksi mereka (Chery) sudah sangat tinggi dan terus menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. Sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam proses perakitan, kami harus benar-benar siap. Persiapannya sangat kompleks, tidak bisa dilakukan secara mendadak karena melibatkan rantai pasok dan standar kualitas yang ketat,” tambah Jongkie. Hal ini menunjukkan bahwa fokus utama kemitraan saat ini adalah pada optimalisasi output kendaraan.

Baca Juga

Debut Spektakuler di GIICOMVEC 2026, FARIZON Perkenalkan Inovasi Van Listrik Masa Depan

Debut Spektakuler di GIICOMVEC 2026, FARIZON Perkenalkan Inovasi Van Listrik Masa Depan

Serbuan Model Baru dan Kemandirian Produsen

Kehadiran Chery di Indonesia memang tidak main-main. Melalui lini produk andalannya seperti Omoda dan Tiggo, mereka berhasil mencuri perhatian konsumen. Tak berhenti di situ, sub-brand lain seperti Jaecoo, iCar yang fokus pada mobil listrik, hingga merek Lepas, juga tengah dipersiapkan untuk meramaikan jalanan nusantara.

Menanggapi rencana peluncuran berbagai model baru tersebut, Jongkie menegaskan bahwa keputusan strategis mengenai pemilihan model sepenuhnya berada di tangan Chery Group. Sebagai mitra perakitan lokal, HIM memposisikan diri sebagai eksekutor yang memastikan setiap unit yang keluar dari lini produksi memenuhi standar global. Ia enggan mencampuri urusan dapur strategi pemasaran maupun lini produk yang akan dibawa masuk ke Indonesia.

Baca Juga

Misi Besar Indonesia: Pindad Nakhodai Produksi Mobil Nasional di Karawang, Siap Meluncur 2028

Misi Besar Indonesia: Pindad Nakhodai Produksi Mobil Nasional di Karawang, Siap Meluncur 2028

Visi Chery: Indonesia Sebagai Hub Produksi ASEAN

Di sisi lain, Chery Group sendiri memiliki visi jangka panjang yang sangat ambisius untuk pasar Indonesia. President Director Chery Group Indonesia, Zheng Shuo, mengungkapkan bahwa Indonesia memegang peran sentral dalam peta jalan bisnis mereka di kawasan Asia Tenggara. Komitmen ini tidak hanya ditunjukkan melalui kerja sama dengan mitra lokal, tetapi juga melalui rencana pembangunan fasilitas produksi mandiri.

“Indonesia tetap menjadi prioritas utama kami sebagai basis produksi di Asia Tenggara. Kami sedang bekerja keras untuk mewujudkan rencana hub produksi di sini. Memiliki pabrik sendiri adalah bagian dari strategi pertumbuhan, namun bukan berarti kami akan meninggalkan kolaborasi yang sudah ada,” jelas Zheng Shuo dalam sebuah kesempatan di Jakarta Utara beberapa waktu lalu.

Baca Juga

Transformasi Gaya Hidup Premium: Strategi LEPAS Menguasai Pasar NEV Indonesia Melalui Konsep Elegant Lifestyle House

Transformasi Gaya Hidup Premium: Strategi LEPAS Menguasai Pasar NEV Indonesia Melalui Konsep Elegant Lifestyle House

Strategi Pabrik Mandiri: Mencontoh Kesuksesan Brand Jepang

Zheng Shuo menganalogikan strategi Chery dengan apa yang telah dilakukan oleh produsen otomotif asal Jepang selama puluhan tahun di Indonesia. Dengan memiliki beberapa fasilitas perakitan, sebuah brand memiliki fleksibilitas lebih tinggi dalam mengatur pembagian produksi berdasarkan model dan kebutuhan pasar yang spesifik. Hal ini juga menjadi upaya untuk memperkuat penetrasi di pasar otomotif regional.

“Saat ini kerja sama kami dengan Handal tetap berjalan sangat baik. Namun, ke depannya, kami memang berencana memiliki pabrik baru untuk mendukung kapasitas produksi yang lebih besar. Groundbreaking atau peletakan batu pertama dijadwalkan tetap berlangsung tahun ini, dengan target mulai beroperasi penuh pada tahun depan,” tegas Zheng.

Masa Depan Manufaktur Otomotif Lokal

Langkah Chery untuk membangun pabrik mandiri sembari tetap bermitra dengan pihak lokal seperti PT Handal Indonesia Motor menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap ekosistem industri di tanah air. Bagi industri nasional, hal ini merupakan sinyal positif bagi pertumbuhan lapangan kerja dan transfer teknologi di bidang otomotif modern, terutama dengan masuknya teknologi kendaraan listrik (EV).

Dengan berakhirnya isu akuisisi ini, kini publik dan para pemangku kepentingan dapat fokus melihat bagaimana kolaborasi antara kekuatan lokal dan inovasi global ini akan membentuk wajah baru transportasi di Indonesia. Pertaingan yang semakin sehat diprediksi akan membawa keuntungan bagi konsumen dengan hadirnya lebih banyak pilihan kendaraan berkualitas yang dirakit langsung oleh tangan-tangan terampil anak bangsa.

Kini, tantangan berikutnya bagi PT Handal adalah membuktikan bahwa mereka mampu mengimbangi kecepatan ekspansi Chery sebelum pabrik mandiri tersebut resmi beroperasi. Di sisi lain, Chery memiliki pekerjaan rumah besar untuk memastikan transisi produksi berjalan mulus demi menjaga kepuasan pelanggan setianya di Indonesia.

Dewi Amalia

Dewi Amalia

Penulis spesialis gaya hidup dan kesehatan. Dewi memiliki minat besar pada isu mental health dan tren diet berkelanjutan.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *