Cek Fakta: Benarkah Menlu Iran Abbas Araghchi Menyebut Presiden Prabowo ‘Pecundang’? Simak Kebenarannya
MenitIni — Di tengah dinamika politik global yang kian memanas, sebuah unggahan provokatif mendadak memicu kegaduhan di jagat maya. Narasi panas yang menyeret nama Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengklaim bahwa diplomat senior tersebut melontarkan kritik tajam dengan menyebut Presiden Prabowo Subianto sebagai seorang ‘pecundang’.
Tim redaksi kami menemukan bahwa konten tersebut mulai beredar luas sejak pekan lalu, salah satunya diunggah oleh sebuah akun di platform Facebook. Unggahan yang menyebar dengan cepat ini menampilkan sebuah tangkapan layar yang seolah-olah merupakan produk jurnalistik dari TV One News. Dalam visual tersebut, wajah Abbas Araghchi dipajang berdampingan dengan kutipan narasi yang cukup menyengat: ‘Menlu Iran! Prabowo Tak Usah Bicara Rakyat Iran Keras Kepala, Kami Bangsa Iran Punya Prinsip Lebih Baik Mati Membela Rakyat Dari Pada Menjadi Pecundang Membela Amerika Dan Israel Seperti Anda.’
Siap-Siap Long Weekend! Catat Jadwal Resmi Cuti Bersama dan Hari Libur Nasional Mei 2026
Menelusuri Jejak Digital
Lantas, apakah pernyataan tersebut benar-benar meluncur dari mulut sang menteri? Sebagai bagian dari komitmen kami dalam memerangi informasi palsu, redaksi melakukan penelusuran mendalam terhadap klaim tersebut. Kami melakukan verifikasi silang dengan membedah arsip digital pada akun resmi TV One News di Instagram (@tvonenews).
Hasil investigasi menunjukkan adanya praktik manipulasi informasi yang nyata. Ditemukan sebuah unggahan asli yang memiliki komposisi visual identik dengan materi hoaks tersebut. Namun, narasi aslinya sangat jauh berbeda. Judul berita yang sebenarnya dirilis oleh media tersebut adalah: ‘Kecam Serangan Israel ke Lebanon, Menlu Iran: Pilih Gencatan Senjata atau Perang!’
Klarifikasi Pernyataan Abbas Araghchi
Dalam konteks aslinya, Menlu Iran Abbas Araghchi sebenarnya sedang memberikan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait situasi konflik di Timur Tengah. Melalui platform X pada awal April lalu, Araghchi menegaskan posisi Iran terhadap keterlibatan AS dan Israel di Lebanon.
Cek Fakta: Benarkah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Sebut PLN Rugi Akibat Masyarakat Tak Bisa Hemat Listrik?
“Syarat-syarat gencatan senjata Iran-AS jelas dan eksplisit, Amerika harus memilih antara gencatan senjata atau perang berkelanjutan melalui Israel. AS tidak dapat memiliki keduanya,” tulis sang Menlu. Sepanjang pernyataan resmi tersebut, sama sekali tidak ditemukan penyebutan nama Presiden Prabowo, apalagi penggunaan diksi penghinaan sebagaimana yang dituduhkan dalam konten yang viral tersebut.
Kesimpulan Redaksi
Berdasarkan fakta-fakta yang telah dihimpun, narasi yang menyebutkan bahwa Menlu Iran menghina Presiden RI adalah sebuah distorsi informasi atau hoaks yang disebarkan melalui teknik penyuntingan gambar (digital imaging). Konten tersebut sengaja diciptakan untuk memicu sentimen negatif dan memecah belah opini publik.
Kami mengimbau kepada pembaca setia untuk selalu bersikap kritis dalam menyerap informasi di media sosial. Melawan hoaks adalah tanggung jawab kita bersama demi menjaga kewarasan ruang publik dari upaya pembodohan massal. Pastikan untuk selalu melakukan verifikasi melalui sumber-sumber yang kredibel sebelum membagikan ulang sebuah informasi.
Waspada Modus Penipuan Dana Hibah Luar Negeri, MenitIni Bongkar Rentetan Hoaks yang Mengincar Berbagai Umat Beragama