Luxeed RX: Menakar Kontroversi SUV Listrik Huawei-Chery yang Disebut ‘Kembaran’ Ferrari Purosangue

Dewi Amalia | Menit Ini
12 Jun 2026, 20:52 WIB
Luxeed RX: Menakar Kontroversi SUV Listrik Huawei-Chery yang Disebut 'Kembaran' Ferrari Purosangue

MenitIni — Panggung otomotif Tiongkok kembali memanas dengan kehadiran kontestan baru yang memicu perdebatan sengit di jagat maya maupun industri global. Luxeed RX, sebuah produk hasil kolaborasi ambisius antara raksasa teknologi Huawei dan produsen otomotif Chery, kini tengah menjadi sorotan utama. Bukan hanya karena spesifikasi teknisnya yang mengesankan, melainkan karena aroma kontroversi yang menyelimuti garis desainnya yang dianggap terlalu ‘familiar’ bagi para pencinta supercar asal Italia.

Kemunculan Luxeed RX dalam dokumen resmi Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) seolah menjadi gong pembuka bagi babak baru persaingan mobil listrik premium. Berada di bawah payung besar Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA), SUV ini dirancang untuk mendefinisikan ulang standar kemewahan dan teknologi dalam satu paket. Namun, di balik balutan bodi futuristiknya, tersimpan sebuah narasi yang melibatkan nama besar sekelas Ferrari.

Baca Juga

Masa Depan Insentif Mobil Listrik di Persimpangan Jalan: Antara Ambisi Hijau dan Realita Fiskal

Masa Depan Insentif Mobil Listrik di Persimpangan Jalan: Antara Ambisi Hijau dan Realita Fiskal

Filosofi Desain yang Memantik Polemik

Secara visual, Luxeed RX memang sulit untuk diabaikan. Mengusung konsep yang mereka sebut sebagai ‘Fashion Utility Vehicle’ atau FUV, mobil ini mencoba mengaburkan batas antara kegagahan sebuah SUV dengan keanggunan siluet mobil sport. Namun, justru dari sinilah perdebatan bermula. Banyak pengamat otomotif dan warganet yang langsung menarik garis paralel antara Luxeed RX dengan Ferrari Purosangue, SUV pertama dari pabrikan berlogo kuda jingkrak tersebut.

Kemiripan ini terlihat pada postur bodi yang rendah, desain lampu depan berbentuk huruf L yang ikonik, hingga struktur diffuser belakang yang terlihat sangat agresif. Penggunaan gril depan tertutup yang dipadukan dengan saluran udara tiga bagian pada bumper depan semakin mempertegas kesan sporty yang ingin ditonjolkan. Bagi sebagian orang, ini adalah sebuah pencapaian estetika; namun bagi yang lain, ini dianggap sebagai ‘inspirasi’ yang terlalu jauh.

Baca Juga

Simbolisme Sejarah dan Kecepatan: IMX 2026 Series Siap Mengguncang Candi Prambanan

Simbolisme Sejarah dan Kecepatan: IMX 2026 Series Siap Mengguncang Candi Prambanan

Drama Klaim Desainer Mantan Ferrari

Api kontroversi semakin berkobar ketika Zhao Changjiang, Executive Director sekaligus Executive Vice President Luxeed, melontarkan pernyataan yang cukup berani. Dalam sebuah kesempatan, ia mengklaim bahwa tim di balik pengembangan desain mobil ini diperkuat oleh mantan kepala desainer Ferrari. Tidak berhenti di situ, Zhao juga menyebutkan bahwa aspek pengendalian dan sasis kendaraan ini disetel oleh tim ahli yang memiliki rekam jejak panjang di brand prestisius seperti BMW dan Aston Martin.

Pernyataan ini rupanya sampai ke telinga pihak Maranello. Ingrid Sun, yang menjabat sebagai Direktur Hubungan Masyarakat Ferrari Greater China, memberikan respons yang cukup menohok melalui media sosial pribadinya. Dengan nada sarkastis, ia mempertanyakan validitas klaim tersebut. “Saya ingin bertanya, siapa nama mantan kepala desainer Ferrari yang dimaksud ini?” tulis Ingrid dalam sebuah unggahan yang langsung viral.

Baca Juga

Dominasi Baru di Aspal Listrik: Xiaomi SU7 Tembus 80 Ribu Pesanan, Bukti Nyata Ancaman Bagi Tesla dan BYD

Dominasi Baru di Aspal Listrik: Xiaomi SU7 Tembus 80 Ribu Pesanan, Bukti Nyata Ancaman Bagi Tesla dan BYD

Pertanyaan ini memicu gelombang keraguan di kalangan publik. Banyak pihak mulai menelusuri sejarah kepemimpinan desain di Ferrari selama satu dekade terakhir dan tidak menemukan celah atau nama yang cocok dengan narasi yang dibangun oleh pihak Luxeed. Menariknya, tak lama setelah menjadi buah bibir, unggahan Ingrid Sun tersebut dilaporkan menghilang dari peredaran, menambah lapisan misteri dalam drama ini.

Teknologi Huawei di Balik Kemudi

Terlepas dari hiruk-pikuk masalah desain, Luxeed RX adalah sebuah demonstrasi kekuatan teknologi dari Huawei. Sebagai bagian dari aliansi HIMA, kendaraan ini dilengkapi dengan persenjataan teknologi tingkat tinggi. Salah satu fitur unggulannya adalah penyematan empat sensor LiDAR yang menjadi mata bagi sistem otonom kendaraan. Teknologi ini memungkinkan mobil untuk memetakan kondisi sekitar dengan tingkat presisi yang sangat tinggi, memberikan keamanan ekstra bagi penggunanya.

Baca Juga

Langkah Berani Toyota Indonesia: Gandeng CATL untuk Produksi Sel Baterai, TKDN Siap Melesat 80 Persen

Langkah Berani Toyota Indonesia: Gandeng CATL untuk Produksi Sel Baterai, TKDN Siap Melesat 80 Persen

Dari sisi produksi, Luxeed RX menggunakan teknik die-casting modern yang diklaim mampu meningkatkan rigiditas bodi sekaligus mengurangi bobot kendaraan secara keseluruhan. Sistem pengendalian termal elektromagnetik juga turut disematkan untuk memastikan komponen baterai dan motor listrik tetap beroperasi pada suhu optimal, bahkan dalam kondisi penggunaan yang ekstrem sekalipun.

Dimensi Bongsor dengan Performa Gahar

Berbicara mengenai dimensi, Luxeed RX bukanlah mobil yang mungil. Dengan panjang mencapai 5.020 mm, lebar 2.007 mm, dan tinggi 1.585 mm, mobil ini menawarkan ruang kabin yang sangat lapang. Jarak sumbu roda atau wheelbase yang menyentuh angka 3.000 mm memastikan kenyamanan penumpang, terutama di baris kedua, menjadi prioritas utama. Dimensi ini menempatkan Luxeed RX di kelas SUV bongsor yang siap bersaing dengan kompetitor dari Eropa maupun Amerika.

Baca Juga

MenitIni Ungkap Bocoran Generasi Terbaru BYD Tang: SUV Bongsor yang Siap Mengguncang Pasar

MenitIni Ungkap Bocoran Generasi Terbaru BYD Tang: SUV Bongsor yang Siap Mengguncang Pasar

Untuk urusan dapur pacu, konsumen diberikan dua opsi sistem penggerak yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Varian standar hadir dengan konfigurasi motor tunggal yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 277 kW atau setara dengan 372 hp. Sebuah angka yang lebih dari cukup untuk melesat di jalan raya perkotaan dengan percaya diri.

Bagi mereka yang haus akan kecepatan, tersedia varian motor ganda (dual motor) yang mengombinasikan motor 160 kW (215 hp) di bagian depan dan 277 kW (372 hp) di bagian belakang. Kombinasi ini tidak hanya memberikan traksi all-wheel drive yang superior, tetapi juga lonjakan performa yang mampu membuat jantung berdegup kencang saat pedal gas diinjak dalam-dalam.

Menatap Masa Depan di Pasar Tiongkok

Meskipun dibayangi oleh perdebatan mengenai hak intelektual dan estetika, kolaborasi antara Huawei dan Chery ini tetap melangkah maju dengan penuh keyakinan. Luxeed RX diposisikan sebagai produk flagship yang akan menggoda segmen pasar menengah ke atas di Tiongkok. Strategi pemasaran yang agresif, ditambah dengan ekosistem perangkat lunak HarmonyOS dari Huawei, menjadi nilai jual unik yang sulit ditandingi oleh produsen mobil konvensional.

Kehadiran Luxeed RX juga mencerminkan pergeseran paradigma dalam industri otomotif, di mana perusahaan teknologi kini memegang peranan sentral dalam pengembangan kendaraan masa depan. Huawei tidak lagi sekadar menjadi pemasok komponen, melainkan otak utama yang mengendalikan pengalaman berkendara secara menyeluruh.

Seiring dengan persiapan peluncurannya secara komersial, publik masih menantikan apakah akan ada klarifikasi lebih lanjut mengenai keterlibatan ‘desainer Ferrari’ yang misterius tersebut. Namun satu yang pasti, Luxeed RX telah berhasil mendapatkan perhatian dunia, entah itu karena kecanggihan teknologinya atau karena drama di balik layar yang mengiringi kelahirannya.

Pada akhirnya, bagi konsumen di pasar Tiongkok yang sangat dinamis, Luxeed RX menawarkan alternatif yang menarik bagi mereka yang menginginkan sensasi berkendara supercar dalam format SUV listrik yang canggih dan ramah lingkungan. Apakah polemik ini akan meredup atau justru menjadi bumbu penyedap kesuksesan penjualannya? Hanya waktu yang akan menjawab.

Dewi Amalia

Dewi Amalia

Penulis spesialis gaya hidup dan kesehatan. Dewi memiliki minat besar pada isu mental health dan tren diet berkelanjutan.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *