Strategi Hino di GIICOMVEC 2026: Membangun Budaya Keselamatan Lewat Kompetensi Pengemudi dan Perawatan Kendaraan

Dewi Amalia | Menit Ini
10 Apr 2026, 20:21 WIB
Strategi Hino di GIICOMVEC 2026: Membangun Budaya Keselamatan Lewat Kompetensi Pengemudi dan Perawatan Kendaraan

MenitIni — PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) kembali mempertegas posisinya bukan sekadar sebagai produsen kendaraan niaga, melainkan juga sebagai pionir dalam mewujudkan ekosistem keselamatan jalan raya. Dalam kemeriahan gelaran GIICOMVEC 2026 di JIExpo Kemayoran, Hino secara proaktif mengusung kampanye berkelanjutan yang menitikberatkan pada sinergi antara teknologi kendaraan dan faktor manusia.

Hino menyadari bahwa menghadirkan armada yang tangguh saja tidak cukup. Dibutuhkan misi besar untuk menciptakan transportasi aman, terutama dalam mobilitas penumpang dan logistik. Upaya ini merupakan langkah preventif perusahaan untuk meminimalisir angka kecelakaan di Indonesia melalui kolaborasi erat dengan berbagai pemangku kepentingan.

Faktor Manusia: Titik Sentral Keselamatan Jalan

Bukan tanpa alasan Hino memberikan perhatian khusus pada aspek kompetensi. Ahmad Wildan, Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), mengungkapkan fakta lapangan yang cukup memprihatinkan. Berdasarkan serangkaian investigasi, faktor kesalahan manusia (human error) masih mendominasi penyebab utama kecelakaan di jalan raya.

“Peningkatan kompetensi pengemudi serta manajemen perawatan kendaraan adalah dua pilar krusial yang tidak bisa dipisahkan jika kita ingin meningkatkan standar keselamatan transportasi,” ujar Ahmad Wildan dalam sesi diskusi mendalam bertajuk ‘Membangun Moda Transportasi yang Aman & Laik Jalan’ di arena GIICOMVEC 2026.

Menurutnya, kondisi fisik kendaraan dan sistem operasional perusahaan juga memegang peranan signifikan. Tanpa adanya sinkronisasi antara pengemudi yang terampil dan kendaraan yang prima, risiko kecelakaan akan selalu mengintai di setiap perjalanan.

Investasi pada Pelatihan dan Pemeliharaan

Hino memandang bahwa pelatihan bagi para pengemudi kendaraan niaga bukanlah sebuah beban biaya, melainkan investasi strategis jangka panjang. Mengingat tanggung jawab besar yang dipikul oleh seorang pengemudi truk atau bus, pelatihan yang dilakukan secara rutin diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan keselamatan serta efisiensi dalam berkendara.

Pieter Andre, Training Division Head HMSI, menekankan bahwa kondisi kendaraan yang laik jalan adalah harga mati. “Manajemen perawatan yang disiplin memastikan seluruh fitur keselamatan kendaraan bekerja secara optimal saat dibutuhkan di situasi darurat,” jelasnya.

Membangun Sinergi Lintas Sektor

Keselamatan transportasi di Indonesia tidak bisa diwujudkan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama yang harmonis antara Agen Pemegang Merek (APM), regulator, dan operator transportasi. Sinergi inilah yang menjadi kunci utama dalam membangun budaya keselamatan yang berakar kuat di tanah air.

Melalui keterlibatan aktif di GIICOMVEC 2026, Hino berharap pesan mengenai pentingnya kualitas perawatan kendaraan dan sertifikasi pengemudi dapat tersampaikan dengan baik kepada para pelaku industri. Langkah ini diharapkan mampu membawa standar keselamatan transportasi darat Indonesia ke level yang lebih tinggi, memberikan rasa aman bagi pengusaha sekaligus perlindungan bagi masyarakat luas.

Dewi Amalia

Dewi Amalia

Penulis spesialis gaya hidup dan kesehatan. Dewi memiliki minat besar pada isu mental health dan tren diet berkelanjutan.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *