Kembalinya Sang Diva: Cerita di Balik Single ‘I Do’ dan Pesona Tak Terbendung Shanty dalam Sesi Pemotretan Eksklusif

Rendi Saputra | Menit Ini
02 Mei 2026, 22:51 WIB
Kembalinya Sang Diva: Cerita di Balik Single 'I Do' dan Pesona Tak Terbendung Shanty dalam Sesi Pemotretan Eksklusif

MenitIni — Dunia musik Indonesia kembali bergetar dengan kehadiran sosok yang tak asing lagi di telinga para penikmat pop dan R&B awal milenium. Shanty, penyanyi yang dikenal dengan energi panggungnya yang meluap-luap, baru saja menandai kembalinya ke industri musik Tanah Air melalui karya teranyarnya bertajuk “I Do.” Lagu yang menjadi buah pemikiran musisi Pringgo Aryo dan Vicky Shu ini bukan sekadar rilisan biasa; bagi Shanty, ini adalah sebuah panggilan jiwa yang datang di waktu yang tepat.

Filosofi ‘Jodoh’ dalam Sebuah Lagu

Dalam sebuah pertemuan hangat di Studio KLY Jakarta beberapa waktu lalu, Shanty berbagi perspektif menarik mengenai proses kreatifnya. Ia meyakini bahwa sebuah lagu memiliki instingnya sendiri untuk mencari siapa penyanyi yang paling tepat untuk menyuarakannya. Fenomena ini ia sebut sebagai ‘jodoh’ yang dikirimkan oleh Sang Pencipta.

Baca Juga

Aksi Nekat Dua Turis Asing Mencuri di Bandara Changi: Dari Parfum Mewah Hingga Ancaman Penjara

Aksi Nekat Dua Turis Asing Mencuri di Bandara Changi: Dari Parfum Mewah Hingga Ancaman Penjara

“Lagu itu seperti mencari pasangannya sendiri. Persis seperti karakter dalam sebuah film yang harus menemukan aktor atau aktris yang tepat agar cerita tersebut bisa hidup di layar lebar. ‘I Do’ datang kepada saya, dan saya merasa lagu ini menemukan rumahnya,” ungkap bintang film The Photograph dan Berbagi Suami tersebut dengan mata berbinar.

Koneksi mendalam ini mengingatkan Shanty pada dua mega hit yang melambungkan namanya lebih dari dua dekade silam, yaitu “Hanya Memuji” dan “Oh Kasih.” Ia mengenang bagaimana dulu kedua lagu tersebut langsung terasa ‘klik’ saat pertama kali disodorkan kepadanya. Terbukti, lagu-lagu tersebut tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi mampu menembus ruang dan waktu, bahkan tetap relevan bagi lintas generasi hingga saat ini. Kehadiran “I Do” memberikan getaran emosional yang serupa, sebuah firasat kuat bahwa lagu ini akan mengikuti jejak kesuksesan pendahulunya di tangga lagu pop Indonesia.

Baca Juga

Bye-Bye Drama Potong Kuku! Inilah Rekomendasi Gunting Kuku Bayi Paling Aman dan Presisi

Bye-Bye Drama Potong Kuku! Inilah Rekomendasi Gunting Kuku Bayi Paling Aman dan Presisi

Sesi Pemotretan: Aura Diva yang Tak Pernah Pudar

Tidak hanya berbagi cerita, Shanty juga menjalani sesi pemotretan yang memperlihatkan sisi visualnya yang tetap memukau meski waktu terus berjalan. Berikut adalah rangkuman momen-momen ikonik Shanty saat berada di studio:

1. Perpaduan Putih dan Pink yang Berenergi

Shanty selalu dikenal sebagai artis yang berani bereksperimen dengan warna. Jika dulu kita ingat betapa ikoniknya ia dengan kostum serba emas di video klip “Oh Kasih,” kali ini ia tampil lebih modern namun tetap striking. Mengenakan atasan putih polos yang dipadukan dengan celana panjang berwarna pink menyala, Shanty membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Rambutnya yang dibiarkan tergerai memberikan kesan kasual namun tetap menunjukkan aura penyanyi wanita papan atas yang penuh energi.

Baca Juga

Kuala Lumpur Sabet Predikat Kota Paling Berwarna di Asia, Bagaimana Posisi Indonesia?

Kuala Lumpur Sabet Predikat Kota Paling Berwarna di Asia, Bagaimana Posisi Indonesia?

2. Kedalaman Cerita di Sesi Podcast

Saat sesi wawancara dan podcast berlangsung, Shanty menjelaskan perbedaan mendasar antara rilisan terbarunya dengan proyek-proyek sebelumnya. Sebagaimana diketahui, ia sempat merilis ulang lagu “Mahadaya Cinta” milik Krisdayanti dan “Dahulu” milik The Groove. Namun, “I Do” memiliki tempat spesial karena statusnya sebagai lagu orisinal baru yang terasa sangat personal. “Rasanya lebih intim, seperti membaca lembaran jurnal pribadi saya sendiri,” tuturnya.

3. Penguasaan Panggung yang Autentik

Puncak dari kunjungannya adalah saat ia naik ke atas panggung kecil di studio tersebut. Di hadapan para penonton yang antusias mengabadikan momen melalui ponsel mereka, Shanty membawakan “I Do” dengan penghayatan penuh. Ia mengakui bahwa lagu ini diharapkan bisa menjadi pendongkrak bagi karya-karya lainnya, termasuk single “Kupu Menanti” yang dirilisnya pada tahun 2022 setelah kembali dari Hong Kong.

Baca Juga

Rahasia Dapur Minang: 4 Resep Sambal Balado Teri Kacang yang Renyah dan Menggugah Selera

Rahasia Dapur Minang: 4 Resep Sambal Balado Teri Kacang yang Renyah dan Menggugah Selera

4. Pose Klasik Sampul Album

Jam terbang memang tidak pernah berbohong. Dalam salah satu sesi, Shanty memperlihatkan pose dengan tangan di sekitar wajah dan permainan sudut kamera yang mengingatkan kita pada gaya sampul album diva tahun 90-an. Tanpa perlu banyak arahan dari fotografer, ia secara alami menemukan angle terbaiknya, persis seperti saat ia merilis album debutnya di bawah naungan Warner Music Indonesia tahun 2000 silam.

Proses Rekaman Kilat: Hanya Dua Jam

Satu fakta menarik yang terungkap dalam obrolan tersebut adalah efisiensi Shanty di ruang rekaman. Proses eksekusi lagu “I Do” ternyata hanya memakan waktu dua jam saja. Hal ini tergolong sangat cepat untuk standar produksi lagu pop terbaru yang berkualitas tinggi. Shanty mengaku tidak ada kendala berarti karena ia sudah sangat menyatu dengan lirik dan melodi lagu tersebut sejak awal.

Baca Juga

Thailand Membara: Gelombang Panas Ekstrem Tembus 42 Derajat Celcius, Wisatawan Diminta Waspada

Thailand Membara: Gelombang Panas Ekstrem Tembus 42 Derajat Celcius, Wisatawan Diminta Waspada

“Semuanya berjalan sangat lancar. Kami hanya melakukan sekali rapat via Zoom sebelum akhirnya masuk studio pada Desember 2025. Tidak ada satu pun kata dalam lirik yang saya ubah, karena memang sudah terasa sempurna sejak awal,” kenang ibu dua anak ini. Kelancaran ini semakin memperkuat keyakinannya bahwa lagu ini memang ditakdirkan untuknya.

Menilik Kembali Jejak Gemilang Sang Bintang

Kehadiran “I Do” juga memicu nostalgia akan rekam jejak Shanty yang sangat solid di blantika musik Indonesia. Memulai karir sebagai VJ MTV yang penuh gaya, Shanty bertransformasi menjadi salah satu penyanyi paling produktif. Ia telah melahirkan empat album studio yang sukses secara komersial dan kritik, yakni Shanty (2000), Persembahan Dari Hati (2002), Seperti Langit (2005), dan Bintang Utara (2010).

Tak berhenti di situ, pada tahun 2007 ia merilis album kompilasi 9907 yang berisi lagu-lagu terbaiknya ditambah dua lagu baru, “Unbreakable” dan “Selamat Tinggal Selamanya.” Menariknya, video klip salah satu lagunya saat itu digarap oleh sutradara ternama Nia Dinata, menunjukkan betapa Shanty selalu dikelilingi oleh kolaborator hebat di setiap langkah karirnya.

Kini, dengan dirilisnya “I Do” pada Februari 2026, Shanty seolah menegaskan bahwa ia belum selesai. Ia masih memiliki banyak hal untuk diceritakan melalui suaranya yang khas. Apakah ini akan menjadi jembatan menuju album penuh di masa depan? Shanty hanya tersenyum dan menyerahkan segalanya pada waktu dan Sang Pencipta. Bagi para penggemar, kehadiran Shanty kembali ke panggung hiburan adalah sebuah berkah yang patut dirayakan dengan mendengarkan setiap nada yang ia tawarkan.

Rendi Saputra

Rendi Saputra

Kontributor berita umum dengan keahlian investigasi. Fokus pada isu-isu viral yang membutuhkan penelusuran lebih dalam agar tetap akurat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *