Terobosan Baru atau Kontroversi? Paspor Amerika Serikat Edisi Khusus Bakal Tampilkan Wajah Donald Trump

Rendi Saputra | Menit Ini
29 Apr 2026, 06:53 WIB
Terobosan Baru atau Kontroversi? Paspor Amerika Serikat Edisi Khusus Bakal Tampilkan Wajah Donald Trump

MenitIni — Amerika Serikat kembali mengguncang perhatian publik internasional dengan kebijakan terbarunya yang sangat tidak biasa. Bukan soal kebijakan luar negeri atau peta kekuatan militer, melainkan mengenai benda paling krusial bagi setiap pelancong: paspor. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dikabarkan bakal segera merilis desain paspor terbaru yang menampilkan wajah mantan Presiden Donald Trump di halaman dalamnya, sebuah langkah yang memicu diskusi panas di berbagai belahan dunia.

Langkah Monumental Menyambut Perayaan 250 Tahun Kemerdekaan

Laporan yang dihimpun oleh tim redaksi kami menyebutkan bahwa rencana ambisius ini telah dikonfirmasi oleh pejabat Departemen Luar Negeri pada Selasa, 28 April 2026. Desain ini bukan sekadar perubahan estetika biasa, melainkan bagian dari perayaan besar-besaran untuk memperingati ulang tahun ke-250 kemerdekaan Amerika Serikat, sebuah tonggak sejarah yang dikenal sebagai Semiquincentennial. Jika selama ini peringatan kemerdekaan identik dengan koin peringatan atau prangko khusus, Pemerintah AS kali ini memilih media yang jauh lebih personal dan berjangka panjang, yaitu paspor Amerika.

Baca Juga

Inspirasi Gaya Kasual: Rekomendasi Kaos Oversized Hijab Friendly yang Trendi dan Nyaman

Inspirasi Gaya Kasual: Rekomendasi Kaos Oversized Hijab Friendly yang Trendi dan Nyaman

Pejabat tersebut menjelaskan bahwa paspor edisi khusus ini akan menjadi standar bagi mereka yang melakukan pengurusan atau perpanjangan dokumen secara langsung di Kantor Paspor Washington. Namun, bagi masyarakat yang memilih jalur pengajuan daring atau di lokasi lain di luar ibu kota, desain paspor standar yang saat ini berlaku masih akan dipertahankan. Ini menunjukkan betapa eksklusifnya edisi yang menampilkan wajah Trump tersebut.

Detail Estetika: Tinta Emas dan Lukisan Bersejarah

Secara visual, paspor ini dirancang untuk memberikan kesan mewah sekaligus patriotik menurut versinya sendiri. Berdasarkan prototipe yang bocor ke publik, wajah Donald Trump akan muncul di sampul bagian dalam lengkap dengan tanda tangannya yang dibubuhi tinta emas mengilap. Penggunaan warna emas ini seolah menjadi ciri khas yang melekat pada personalitas Trump selama ini. Dokumen perjalanan ini dijadwalkan memiliki masa berlaku selama 10 tahun, yang berarti pemiliknya akan membawa citra Trump ke mana pun mereka pergi melintasi batas negara.

Baca Juga

Kisah Fatou: Gorila Tertua di Dunia yang Merayakan Ulang Tahun ke-69 dengan Kesederhanaan yang Menyentuh

Kisah Fatou: Gorila Tertua di Dunia yang Merayakan Ulang Tahun ke-69 dengan Kesederhanaan yang Menyentuh

Tidak hanya bagian depan, sisi sampul belakang pun mendapatkan sentuhan artistik yang mendalam. Di sana, akan terpampang reproduksi lukisan legendaris “Deklarasi Kemerdekaan” karya John Trumbull. Tommy Pigott, juru bicara Departemen Luar Negeri, dalam sebuah pernyataan resmi menyampaikan bahwa paspor ini akan menampilkan karya seni yang disesuaikan serta citra yang lebih tajam. Meskipun tampilannya berubah drastis, Pigott menegaskan bahwa fitur keamanan tetap menjadi prioritas utama. Paspor ini diklaim tetap menjadi dokumen perjalanan paling aman di dunia dengan teknologi enkripsi dan anti-pemalsuan mutakhir.

Pergeseran Simbolisme dari Francis Scott Key ke Donald Trump

Keputusan untuk menempatkan wajah Trump menggantikan atau berdampingan dengan elemen tradisional Amerika memicu perdebatan mengenai sejarah. Saat ini, sampul depan bagian dalam paspor AS menampilkan lukisan karya Percy Moran yang menggambarkan Francis Scott Key. Sosok tersebut adalah penulis lirik “The Star-Spangled Banner”, lagu kebangsaan Amerika Serikat, yang terinspirasi dari peristiwa pemboman Fort McHenry. Penghapusan atau penggeseran simbol klasik ini demi wajah seorang tokoh politik kontemporer dianggap sebagai langkah yang sangat berani sekaligus riskan secara politik.

Baca Juga

Rahasia Bolu Ketan Hitam Magic Com yang Lembut dan Moist: Cukup Pakai Takaran Sendok!

Rahasia Bolu Ketan Hitam Magic Com yang Lembut dan Moist: Cukup Pakai Takaran Sendok!

Fenomena ini sebenarnya bukan pertama kalinya terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, Departemen Dalam Negeri juga telah meluncurkan desain baru untuk kartu masuk taman nasional yang menampilkan wajah Trump bersanding dengan George Washington. Menteri Doug Burgum menyatakan bahwa langkah ini adalah bentuk penghormatan bagi generasi yang telah melindungi tanah Amerika. Selain itu, koin peringatan dan penamaan beberapa lembaga negara juga mulai dikaitkan erat dengan nama presiden ke-45 tersebut, menciptakan apa yang oleh sebagian kritikus disebut sebagai upaya personalisasi institusi negara.

Reaksi Publik: Antara Kebanggaan dan Resistensi

Seketika setelah kabar ini meledak di media sosial, gelombang reaksi dari warga net tidak terbendung lagi. Di akun Instagram resmi Departemen Luar Negeri, ribuan komentar membanjiri unggahan tersebut. Banyak warga Amerika yang mengekspresikan penolakan keras. Beberapa pengguna merasa bahwa memasukkan wajah tokoh politik yang masih aktif atau kontroversial ke dalam dokumen negara terasa seperti paksaan ideologis. “Saya tidak ingin wajah Trump di paspor saya! Rasanya seperti kita dipaksa menjadi bagian dari sebuah sekte,” tulis salah satu pengguna dengan nada geram.

Baca Juga

Solusi Praktis! Cara Masak Sayur Lodeh Lezat Pakai Rice Cooker Hanya 10 Menit

Solusi Praktis! Cara Masak Sayur Lodeh Lezat Pakai Rice Cooker Hanya 10 Menit

Di sisi lain, pendukung setia Trump justru menyambut kabar ini dengan antusiasme yang meluap-luap. Mereka menganggap ini sebagai bentuk pengakuan yang layak atas jasa Trump bagi Amerika. Beberapa pendukung bahkan melontarkan komentar satir bagi mereka yang menderita apa yang disebut sebagai *Trump Derangement Syndrome* (TDS). Mereka merasa lucu membayangkan orang-orang yang tidak menyukai Trump terpaksa membawa foto sang presiden di dalam saku mereka selama satu dekade ke depan saat bepergian ke luar negeri.

Masa Depan Identitas Nasional Amerika

Rencananya, Departemen Luar Negeri akan mulai mendistribusikan paspor ini pada musim panas mendatang. Meskipun jumlah pastinya belum diungkapkan, spekulasi mengenai kelangkaan dan nilai koleksi dari paspor ini sudah mulai bermunculan. Apakah ini akan menjadi standar baru dalam diplomasi publik Amerika atau sekadar tren sesaat yang akan hilang seiring pergantian kepemimpinan? Hanya waktu yang bisa menjawab.

Baca Juga

5 Kreasi Olahan Ayam Lezat Hanya Pakai Magic Com, Solusi Praktis untuk Keluarga Modern

5 Kreasi Olahan Ayam Lezat Hanya Pakai Magic Com, Solusi Praktis untuk Keluarga Modern

Yang jelas, kebijakan ini telah menambah daftar panjang kontroversi yang menyelimuti peta perpolitikan Amerika Serikat menjelang peringatan hari jadinya yang ke-250. Bagi pelancong internasional, melihat perkembangan paspor ini tentu menjadi hal yang menarik, mengingat paspor bukan sekadar kertas identitas, melainkan representasi dari jiwa sebuah bangsa di mata dunia. Dengan wajah Trump di dalamnya, Amerika seolah ingin mengirimkan pesan yang sangat spesifik tentang identitas nasional mereka saat ini.

Bagi Anda yang berencana memperbarui paspor di Washington dalam waktu dekat, bersiaplah untuk menemui kejutan di halaman pertama dokumen Anda. Entah Anda menyukainya atau tidak, wajah Donald Trump kini resmi menjadi bagian dari perjalanan global warga Amerika Serikat.

Rendi Saputra

Rendi Saputra

Kontributor berita umum dengan keahlian investigasi. Fokus pada isu-isu viral yang membutuhkan penelusuran lebih dalam agar tetap akurat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *