Keanggunan Maia Estianty di Prosesi Siraman El Rumi & Syifa Hadju: Catatan Haru Ibu yang Melepas Putranya
MenitIni — Aura kebahagiaan yang bercampur dengan haru biru menyelimuti kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Jumat, 24 April 2026. Hari itu menjadi tonggak sejarah baru bagi keluarga besar Maia Estianty dan Ahmad Dhani, saat putra kedua mereka, Ahmad Jalaluddin Rumi, atau yang akrab disapa El Rumi, melangkah mantap menuju jenjang pernikahan bersama kekasih hatinya, Syifa Hadju. Dalam rangkaian tradisi Jawa yang kental, prosesi pengajian dan siraman digelar sebagai simbol pembersihan diri sebelum memulai lembaran baru dalam biduk rumah tangga.
Kehadiran sosok Maia Estianty dalam momen tersebut tak pelak mencuri perhatian publik. Bukan sekadar karena statusnya sebagai ibunda, namun juga karena pancaran keanggunan yang ia bawa, seolah merefleksikan kedewasaan dan ketulusan seorang ibu yang siap melepas salah satu jagoannya. Penampilan Maia dalam balutan busana tradisional menjadi perbincangan hangat, membuktikan bahwa pesonanya seakan tak lekang oleh waktu, terutama di hari yang begitu emosional bagi buah hatinya.
Rahasia Cake Wortel Lembut Takaran Sendok: Kreasi Rumahan Rasa Premium Ala MenitIni
Pesona Kebaya Kutubaru dan Sentuhan Klasik nan Elegan
Dalam balutan busana yang dikurasi dengan sangat apik, Maia Estianty tampil memukau mengenakan kebaya panjang model kutubaru berwarna peach yang lembut. Busana rancangan desainer ternama Fadlan Indonesia tersebut memberikan kesan anggun sekaligus bersahaja, sangat selaras dengan suasana khidmat prosesi siraman. Warna peach yang dipilih memberikan rona segar pada wajah Maia, melambangkan kehangatan cinta kasih seorang ibu kepada anaknya.
Tak berhenti di situ, detail riasan dan tatanan rambut Maia juga dipersiapkan dengan sangat teliti. Melalui akun media sosial pribadinya, Maia membagikan transformasi dirinya dari wajah tanpa riasan hingga menjadi sosok yang begitu mempesona. Dengan bantuan tangan dingin MUA Bumiauw dan penata rambut Asep Supriyanto, Maia tampil dengan sanggul tradisional yang dipercantik dengan untaian bunga melati yang harum. Persiapan kulit atau skin prep yang maksimal dari Kayaru Mest memastikan wajah sang musisi tetap glowing dan segar sepanjang acara yang berlangsung cukup panjang tersebut.
Kilau Filosofi dan Elegansi: Menilik 10 Gaun Malam Paling Ikonik di Preliminary Puteri Indonesia 2026
Momen Sungkeman: Tangis Haru di Balik Kenangan Masa Lalu
Salah satu inti dari prosesi adat ini adalah sungkeman, di mana El Rumi bersimpuh di hadapan orang tuanya untuk memohon doa restu serta maaf atas segala khilaf selama ini. Di sinilah pertahanan emosi Maia Estianty mulai runtuh. Di hadapan sang putra, Maia membacakan sebuah pesan tertulis yang sangat menyentuh hati, membawa para hadirin kembali pada memori masa lalu yang penuh perjuangan.
Maia mengenang kembali momen perpisahan pertama mereka saat El baru menginjak usia delapan tahun—sebuah masa transisi yang sulit akibat dinamika keluarga di masa lalu. “Di usiamu yang baru delapan tahun, kita pernah harus berpisah. Dan di hari itu Bunda belajar menjadi ibu yang tidak bisa memeluk kamu setiap hari sampai sekarang,” ucap Maia dengan suara yang bergetar. Kalimat ini bukan hanya sekadar kata-kata, melainkan ungkapan rindu yang terpendam selama bertahun-tahun, menggambarkan betapa berharganya setiap momen kebersamaan bagi seorang ibu.
Detail Memukau Penampilan Syifa Hadju di Prosesi Pengajian dan Siraman Menuju Pernikahan dengan El Rumi
Pesan Untuk Syifa Hadju: Titipan Pelukan yang Lama
Narasi haru berlanjut ketika Maia menceritakan momen perpisahan kedua, yakni saat El Rumi memutuskan untuk menempuh pendidikan tinggi di London. Maia menceritakan betapa ia berusaha tersenyum di depan anaknya agar sang putra tetap kuat, namun hancur dalam tangis begitu ia meninggalkan asrama tempat El menetap. Memori-memori inilah yang mendasari pesan mendalam Maia kepada calon menantunya, Syifa Hadju.
“Untuk Syifa yang sedang tidak berada di sini, Bunda titipkan El Rumi yang dulu mungkin Bunda tidak selalu memeluknya setiap hari,” ungkap Maia dengan air mata yang terus mengalir. Ia memberikan pesan khusus agar Syifa selalu memeluk El dengan durasi yang lebih lama dari yang pernah ia lakukan. Permintaan ini terasa sangat personal, menunjukkan bahwa bagi Maia, pelukan adalah simbol perlindungan dan kedamaian yang ia harapkan bisa ditemukan El dalam diri Syifa.
Buah Utuh, Jus, atau Smoothie? Menyingkap Cara Terbaik Menikmati Nutrisi Alam Menurut Sains
Nasihat Bijak untuk Sang Calon Suami
Sebagai ibu, Maia Estianty juga memberikan bekal mental bagi El Rumi yang akan segera menyandang status sebagai kepala rumah tangga. Ia berpesan agar El memperlakukan Syifa dengan penuh kemuliaan, sebagaimana ia menghormati ibundanya sendiri. Maia dengan tegas mewanti-wanti agar El jangan pernah menyakiti hati pasangannya, karena hal itu sama saja dengan melukai hati seorang ibu yang telah membesarkan Syifa dengan penuh kasih sayang.
“Melangkahlah Sayang, kembangkanlah dan terbanglah bersama Syifa. Jelajahi dan taklukkan dunia bersamanya. Cintai, muliakan, dan bahagiakanlah Syifa dengan sepenuh hatimu,” tutur Maia dalam pesannya. Ungkapan ini menjadi bukti bahwa Maia telah memberikan restu sepenuhnya bagi El dan Syifa untuk mengarungi samudera kehidupan yang sesungguhnya.
Rahasia Membuat Apem Kampung Takaran Gelas yang Empuk dan Mekar Sempurna Tanpa Timbangan
Kehangatan Keluarga Besar di Hari Bahagia
Acara yang disiarkan oleh SCTV ini juga menjadi saksi betapa kedewasaan keluarga besar ini telah tumbuh. El Rumi didampingi oleh kedua orang tua kandungnya, Maia Estianty dan Ahmad Dhani, yang hadir bersama pasangan masing-masing, Irwan Mussry dan Mulan Jameela. Kehadiran mereka semua menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat, menunjukkan bahwa fokus utama hari itu adalah kebahagiaan El Rumi dan Syifa Hadju.
Al Ghazali, sebagai kakak tertua, juga tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Ia mengakui adanya perasaan campur aduk saat melihat adiknya kini sudah siap membangun rumah tangga sendiri. Bagi Al, keberangkatan El dari rumah untuk membina keluarga baru adalah sebuah transisi besar bagi mereka bertiga (Al, El, Dul) yang sejak kecil selalu bersama. Meskipun begitu, dukungan penuh tetap ia berikan demi kelancaran hari besar sang adik.
Makna Tradisi Siraman dalam Budaya Jawa
Secara filosofis, tradisi siraman yang dijalani El Rumi bertujuan untuk membersihkan diri lahir dan batin. Air yang digunakan biasanya dicampur dengan bunga setaman untuk memberikan keharuman, yang bermakna agar calon mempelai selalu membawa nama harum di manapun mereka berada. Bagi keluarga Maia Estianty, prosesi ini bukan sekadar seremoni formalitas, melainkan sarana untuk mempererat ikatan batin dan mendoakan kebaikan bagi masa depan sang pengantin.
Dengan selesainya prosesi siraman ini, El Rumi dan Syifa Hadju kini selangkah lebih dekat menuju pelaminan. Publik pun turut mendoakan agar pasangan ini bisa membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah, sesuai dengan harapan dan pesan haru yang telah disampaikan oleh sang Ibunda, Maia Estianty.