Barcelona Terpeleset di Camp Nou, Gerard Martin Meledak Kritik Keputusan VAR

Aris Setiawan | Menit Ini
09 Apr 2026, 16:51 WIB
Barcelona Terpeleset di Camp Nou, Gerard Martin Meledak Kritik Keputusan VAR

MenitIni — Ambisi Barcelona untuk melangkah mulus ke semifinal Liga Champions harus menemui hambatan besar setelah dipaksa menyerah 0-2 oleh Atletico Madrid di kandang sendiri. Dalam laga leg pertama perempat final yang berlangsung di Camp Nou pada Kamis (9/4/2026) dini hari WIB tersebut, sorotan tajam tak hanya mengarah pada skor akhir, tetapi juga pada kinerja wasit yang memicu kecaman keras dari bek Blaugrana, Gerard Martin.

Dua gol kemenangan Atletico yang dicetak oleh Julian Alvarez dan Alexander Sorloth menjadi pembeda dalam laga tensi tinggi ini. Barcelona sebenarnya tampil agresif sejak menit awal, namun efektivitas serangan mereka seolah menemui jalan buntu. Situasi semakin diperparah dengan kartu merah yang diterima Pau Cubarsi di penghujung babak pertama, memaksa tuan rumah bermain dengan sepuluh orang sepanjang paruh kedua.

Protes Keras Terkait Insiden Handball

Usai peluit panjang dibunyikan, Gerard Martin langsung menyuarakan ketidakpuasannya terhadap kepemimpinan wasit, terutama terkait kegagalan teknologi VAR dalam mendeteksi sebuah insiden penting. Martin mengklaim adanya pelanggaran handball yang dilakukan pemain Atletico di area sensitif yang seharusnya berbuah keuntungan bagi Barcelona.

“Dalam situasi tersebut, kiper menangkap bola dan segera memainkannya kembali. Bola masih dalam status aktif dan pemain lawan jelas-jelas menghentikannya menggunakan tangan,” ungkap Martin dengan nada kecewa. Ia menyayangkan mengapa wasit video tidak memberikan intervensi padahal kejadiannya dinilai cukup gamblang dalam tayangan ulang.

Menurut Martin, ketidakhadiran tinjauan VAR dalam momen krusial seperti itu sangat mencederai sportivitas pertandingan. “Mungkin wasit di lapangan tidak melihatnya karena sudut pandang yang aneh, tetapi tim VAR memiliki akses ke segala sudut kamera. Mereka seharusnya bisa melihat bahwa tangan itu aktif menyentuh bola,” lanjutnya.

Dampak Kehilangan Pau Cubarsi

Selain soal wasit, Martin juga mengakui bahwa pengusiran Pau Cubarsi menjadi titik balik performa tim. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan dengan sangat baik oleh skuat asuhan Diego Simeone untuk mengontrol ritme permainan dan mematikan pergerakan lini tengah Barca.

“Ketika gol kedua itu datang, semuanya terasa semakin sulit. Menghadapi tim dengan kualitas kolektif seperti Atletico Madrid dengan satu pemain lebih sedikit benar-benar menciptakan perbedaan yang nyata di lapangan,” tambah Martin.

Optimisme Jelang Leg Kedua

Meski tertunduk lesu di hadapan pendukung sendiri, semangat juang Barcelona belum padam. Martin menegaskan bahwa skuat asuhan Xavi Hernandez masih memiliki keyakinan penuh untuk membalikkan keadaan saat bertandang ke markas Atletico pada leg kedua mendatang.

“Kami tentu kecewa dengan hasil malam ini, tetapi kami adalah orang pertama yang percaya bahwa tim ini mampu bangkit. Kami akan pergi ke sana dengan mentalitas pemenang untuk membalikkan keadaan dan mengamankan tiket semifinal Liga Champions,” tutupnya dengan penuh optimisme.

Aris Setiawan

Aris Setiawan

Jurnalis olahraga dengan pengalaman 5 tahun meliput kompetisi sepak bola. Fokus pada analisis statistik dan strategi pertandingan.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *